Jumat, 18 Maret 2022

Sepasang Kecewa

Pada akhirnya kita hanya bisa saling menyakiti

Saling menyayat dengan masing-masing luka yg kita punya

Kita saling membelakangi

Mengatur strategi 

Untuk, kecewa mana lagi yang akan kita hanturkan


Rabu, 16 Maret 2022

OLEHMU

 Teruntuk dikau yang pernah begitu aku cintai

Aku pernah, begitu sakit karna ucapan mu

Aku pernah, begitu kecewa karena sikapmu

Aku pernah, begitu takut di tinggalkan oleh mu

Aku pernah, begitu sesak menahan tangisku

Aku pernah, begitu sakit menunggumu

Aku pernah, begitu pasrah terhadap mu

Aku pernah, begitu patah karena mu

Aku pernah, begitu hancur karena mu

AKU PERNAH, BEGITU MATI OLEHMU.

Dan aku tidak pernah melihat mu begitu bersyukur atas diriku. 

Senin, 14 Maret 2022

Aku

Bisa saja aku tak lagi ada dsini
Hanya untuk memutus sejengkal kekecewaan

Perihal tanggung jawab
Hal yang paling beresiko
Takut tidak mampu
Itu tidak pantas di jadikan alasan untuk tidak maju

Setiap kita memiliki jiwa
Fitrah, peran dan kewajiban
Itu harus ada di setiap kita
Dan wajib untuk tau
Apa yang harus di capai
Tujuan mana yang harus di tuju

Kenyataan

Aku menanti pada yang seharusnya tidak aku nanti

Aku pun berharap pada sesuatu yang sangat jelas tidak pasti

Kenyataan yang telah menundukkan ku
Bahwa hidup perlu sekadarnya
Bukan seharusnya 

Sabtu, 09 Mei 2020

Tanpa judul





Di luar sana terlihat indah
Kicauan burung-burung
Matahari yang cerah
Gunung tinggi menjulang
Juga pesan yang terselubung

Dedaunan berguguran
Alam meniupnya tak tentu arah
Kadang ke tepian
Terkadang di biarkan jatuh
Juga di bawanya mengambang di tengah lautan

Ombak berdesir, berbisik dengan sumbang “semoga lekas kembali"
Kilauan senja memantul di atas gelombang ombak
Melambai-lambai kepada keraguan
Entah apa yang terjadi
Lelah hati menebak-nebak
Menyisakan isak, di tengah gelombang malam tanpa penerangan

Minggu, 22 Maret 2020

Malam sepi

Malam sepi

Malam itu tak seorangpun memperhatikan kita
Ku sanding matamu
Menatap kilauan cahaya di kejauhan
Suara bising masing-masing handphone mereka menyertai
Diam menjadi komunikasi kita satu-satunya
Beberapa menit berlalu
Kita masih sama
Sama-sama hanyut dalam halusinasi
Entah dia sadar kehadiran ku atau tidak, aku menutup mataku
Seketika aku merasakan sesuatu yang lembut dan hangat
Aku berfikir itu mungkin halusinasi ku
Tak ingin cepat ku buka mataku
Rasanya semakin hangat
Begitu melumat dan bergejolak

Sabtu, 01 Februari 2020

Pikir ku

Aku pikir malam begitu singkat,
Ternyata amat panjang.
Aku pikir langit berbintang,
Ternyata mendung.
Aku pikir kamu paham,
Aku pikir masih sama,
Ternyata tidak.

Heeuuhhhhhhhh
Aku pikir, aku pikir
Aku pikir

Ternyata hanya pikir ku saja.