Selasa, 28 Juni 2022

Tanpa judul

 Jalanan ini tak lagi ramai

Tidak seramai apa yang ada di kepala ku


Angin berhembus

Rindu menyeruak

Membelai lembut batinku


Secangkir kopi hangat datang 

Dengan sebait kalimat

"jangan di biarkan terlalu lama, nanti dingin"

Tergelak aku mendengarnya 


Ternyata banyak hal yang telah berubah

Dan memang harus berubah


Gedung-gedung tinggi 

Jalanan rusak 

Pusat perbelanjaan 

Dan kita


Tak sekali aku mengingat mu

Bahkan duduk di sini adalah untuk mengenang mu

Selasa, 21 Juni 2022

Dalam dirimu

 Seperti halnya buku,


Aku hanya membuka kepada yang ingin aku baca

Bukan semata tertarik dengan penulis atau pun sampulnya


Tetapi dengan apa yang ada di dalamnya

Dalam setiap katanya

Dalam kesatuan kalimat-kalimat nya

Dalam bait setiap lembaran nya


Dalam BUKU

Aku membaca dirimu yang tidak aku baca pada diri yang lain

Senin, 18 April 2022

DIAM

Kita bercengkrama, beradu pendapat

Saling unjuk diri siapa paling tepat

Nyatanya..

Kita hanya diam saling menatap

Tanpa tau apa yang harus terucap


Diam menjadi alasan ku

Saat jauh adalah satuan jarak terdekat yang berlaku untuk ku padamu

Saat jarak berkolaborasi dengan waktu untuk mengulur temu


Terkungkung dalam hangat nya rindu

Ketika diam menjadi saksi terlafalnya syair tentangmu

Untuk menghadirkan sosokmu

Meski sebatas dalam ingatan yang tak padu

DIAM, itu caraku.

Selasa, 12 April 2022

Tempat aman atau nyaman?


Bermodalkan rasa nyaman dia rela di pelacuri

Tubuhnya bak tempat sampah pembuangan sperma

Mengatasnamakan rindu

Pakaiannya habis di lucuti dengan nafsu

Entah pasrah atau mati rasa

Katanya sama saja

Seperti tumbuh di tengah panasnya gurun atau tumbuh di tengah dinginnya salju

Sama saja....

Tak sekalipun menjadi kannya suci kembali.


Ada yang datang tanpa izin..

Ada yang datang karna di panggil...

Ada yang datang karena pamit....


Ruang itu bukti

Benda-benda di dalam nya adalah saksi

Tisu-tisu lusuh berbau anyir


Entah tempat prostitusi

Atau tempat aman

Untuk gadis pelarian 

Minggu, 20 Maret 2022

Sukar

Bahkan hatiku sudah enggan bersetubuh dgn rasamu

Pikiran ku yg tak henti-hentinya menggeliat menolak bayangmu

Nadi nadi yang terus menggema

Suara-suara sumbang tentang mu

Degup jantung beriramakan alunan-alunan kecewa

Memaksa mengalir kn darah kebencian ke setiap hilir tubuhku

.. 

.. 

Seluka itu ternyataa

Jumat, 18 Maret 2022

Sepasang Kecewa

Pada akhirnya kita hanya bisa saling menyakiti

Saling menyayat dengan masing-masing luka yg kita punya

Kita saling membelakangi

Mengatur strategi 

Untuk, kecewa mana lagi yang akan kita hanturkan


Rabu, 16 Maret 2022

OLEHMU

 Teruntuk dikau yang pernah begitu aku cintai

Aku pernah, begitu sakit karna ucapan mu

Aku pernah, begitu kecewa karena sikapmu

Aku pernah, begitu takut di tinggalkan oleh mu

Aku pernah, begitu sesak menahan tangisku

Aku pernah, begitu sakit menunggumu

Aku pernah, begitu pasrah terhadap mu

Aku pernah, begitu patah karena mu

Aku pernah, begitu hancur karena mu

AKU PERNAH, BEGITU MATI OLEHMU.

Dan aku tidak pernah melihat mu begitu bersyukur atas diriku.