Minggu, 22 Maret 2020

Malam sepi

Malam sepi

Malam itu tak seorangpun memperhatikan kita
Ku sanding matamu
Menatap kilauan cahaya di kejauhan
Suara bising masing-masing handphone mereka menyertai
Diam menjadi komunikasi kita satu-satunya
Beberapa menit berlalu
Kita masih sama
Sama-sama hanyut dalam halusinasi
Entah dia sadar kehadiran ku atau tidak, aku menutup mataku
Seketika aku merasakan sesuatu yang lembut dan hangat
Aku berfikir itu mungkin halusinasi ku
Tak ingin cepat ku buka mataku
Rasanya semakin hangat
Begitu melumat dan bergejolak